Gara-gara Drama Korea "Full House" Jadi Begini Akibatnya...

Sponsor

Berawal pada tahun 2005, dimana usiaku baru menginjak 11 tahun. Aku mulai menyukai Korea. Dimulai pada serial drama korea Full House. Drama korea yang pertama kali ku tonton adalah "Full House". Dibintangi oleh Rain dan Song Hye Kyo.

Mereka benar-benar mengalihkan duniaku kala itu. Akting "Lee Young-Jae" yang memang sangat memikat semua wanita. Tipe pria egois, cuek, tapi diam-diam mencintai "Han Ji-Eun". Bagiku, tipe pria seperti Lee Young-Jae benar-benar membuat jantung berdegup kencang.

 Bagaimana aku tidak jatuh cinta pada drama korea? yang memberikan nafas segar pada otakku yang memang sudah agak sedikit "sesak" dengan sinetron-sinetron Indonesia yang dikala itu tidak jelas genrenya (sekarang juga sih).

Sepulang sekolah, aku dan ibuku selalu nonton Full House bersama. Sedih sekali rasanya jika melewatkan 1 episode saja. Karena pada waktu itu yang ku tahu drama korea hanya ada di tv saja. hehehe....

Drama korea "Full House" adalah penyebab yang paling utama dan terbesar hingga aku bisa terjangkit "Korean Wave" sampai saat ini.

korean drama Full House
Drama Korea Full House


Hingga di tahun 2008, ada drama korea "Boys before Flowers" yang di tayangkan di stasiun tv swasta Indonesia. Drama itu benar-benar menyebarkan virus-virus "Korean Wave" pada setiap tingkatan usia.

 Dimulai dari usia remaja, dewasa, bahkan nenekku yang sudah lanjut usia pun menyukainya. Kisah percintaan anak "chaebol" dengan anak orang biasa yang luar biasa rumit dan penuh lika-liku namun berakhir dengan bahagia.

Dan lagi-lagi, seperti judul lagu yang dibawakan oleh penyanyi dangdut Hesty Klepek-klepek. Drama ini membuat semua kalangan 'Klepek-klepek" dan jatuh cinta pada apa saja yang berhubungan dengan negara ginseng ini.

Kami benar-benar gila dibuatnya. Aku ingat sekali pada masa itu, aku dan teman-teman sekelasku berburu sebuah majalah remaja lokal di toko majalah yang jarak tempuhnya 10-15 menit bila berjalan kaki. yang dimana isinya membahas sinopsis next episode "Boys before Flowers", dan profil-profil para castingnya. Butuh perjuangan agar bisa mendapatkan majalah tersebut. terlambat satu hari saja, kamu tidak akan mendapatkan majalah remaja pada edisi hari itu. Benar-benar menjadi rebutan...

Dua drama itulah yang menjembatani diriku mengenal, tertarik, penasaran, hingga akhirnya jatuh cinta pada hal-hal yang berbau korea. Tidak dinyana bisa sampai sebegitu dalamnya aku terjatuh. Tapi, jatuhnya aku dalam rasa ketertarikan yang amat-amat mendalam ini bukanlah tidak memiliki faedah. Sangat-sangatlah bermanfaat bagiku.

Berawal dari suka drama korea, lalu dilanjutkan dengan lagu-lagunya. Soundtrack-soundtrack yang mengisi drama-drama tersebut ternyata membuat hatiku terjatuh untuk yang kesekian kalinya. Alunan nadanya tidak terkesan aneh, padahal aku sama sekali tak mengerti artinya dan baru mendengar bahasanya.

Kebanyakan lagu-lagu balad yang aku suka. Melankolis. Dari situ, mulai lah trend warnet bertebaran di kota ku. Seusai sekolah, aku dan temanku menyempatkan waktu untuk singgah ke warnet hanya untuk mendownload lagu-lagu soundtrack yang ada di drama.

Mengerti arti liriknya saja tidak. Kala itu, semua lagu korea itu romantis bagiku. Hahaha... benar-benar terbawa perasaan. ya.

Officially, aku adalah penggemar kelas berat drama korea. 16 Episode drama bisa kulahap dalam 1 x 24 jam. Mulai dari genre romantic, yang bunuh-bunuhan, komedi, persahabatan, masak, dan yang sedang sangat ngentrend saat ini, dimana lingkungan kehidupan dokter menjadi plot utama drama tersebut.

Lanjut pada K-Pop. Korea Selatan, negara penghasil ginseng yang terkenal dengan produksi boyband dan girlband nya yang benar-benar melimpah. Untuk bagian yang satu ini, baru-baru ini aku mulai meliriknya.

 Dulu-dulu aku tak suka. Shiroyo dah pokonya. Males gitu. Tidak menarik, bagiku dandanan boyband korea sangatlah alay.

Hingga sampai pada waktu itu, sahabat karibku sejak jaman putih abu-abu. Well, she likes Korean Boyband too much. Dia memperlihatkanku pada sebuah video daily life sebuah boyband. Tanpa kusadari, gelak tawa ku mulai keluar dipertengahan video.

Aku mulai penasaran, tertarik dan akhirnya jatuh cinta lagi lagi lagi dan lagi. It's officially BTS a.k.a Bangtan Sonyeondan. They are the most funny's korean boyband that I've ever seen, dan mereka benar-benar tidak jaim. Akupun bingung. Padahal mereka adalah public figure yang biasanya jaim gimana gitu. tapi ini tidak sama sekali.

Dimulai dari menirukan tarian-tarian Girlband, sifat-sifat jahil antar sesama anggota, dan banyak lagi. Tapi, itulah yang membuatku tertarik untuk mulai menyukai boyband ini. Lagu-lagunya pun catchy, tidak aneh. Saya suka saya suka! *ala jarjit in upin-ipin*. Dan tidak cukup satu boyband saja,

Berlanjut pada Boyband besutan agen terkemuka Korea Selatan, SM Entertainment. "EXO". Aku benar-benar jatuh cinta pada Suho dkk. Dimulai dari akting Park Chanyeol,sang rapper EXO yang membuatku meleleh di serial drama web "EXO Next Door", kualitas vokal D.O, Baekhyun, dan Chen yang benar-benar mumpuni, dan ketampanan Oh Sehun yang dimana sisi ketampanan Sehun, sang maknae ini berbeda dengan pria-pria korea biasanya yang memiliki wajah "cute".

Sehun benar-benar namja! Maskulin bet dahhh aseli. Dengan absnya diperut. uwouwouwo. dan kemampuan dance yang luar biasa. Dengan packaging yang universal, tidak terlalu korea banget lah ya. Gaya berpakaiannya pun cenderung kebarat-baratan. Konsep Boyband ini sepertinya memang benar-benar memperlihatkan sisi maskulin pria korea. Terobosan baru, ahey!

Alasan saya mengapa ingin mempelajari bahasa korea :
  1. Bagi saya, mempelajari suatu hal yang baru itu sangat mengasyikkan;
  2. Saya memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan S2 saya di Korea Selatan;
  3. Saya ingin menguasai banyak bahasa, dan salah satu bahasa yang ingin saya kuasai adalah bahasa korea;
  4. Saya ingin bisa berbicara, menulis, dan mendengarkan bahasa korea dengan baik dan benar.
  5. Saya benar-benar tertarik dengan apa saja yang berhubungan dengann Korea.

Saya tertarik mengikuti Kursus bahasa korea di kursusbahasakorea123.com karena menurut saya kursus online ini benar-benar menakjubkan.

Dimulai dari belajar hangeul, pelafalan bachim, grammar, dan eps topik. sangatlah lengkap. Saya merasa saya yakin akan bisa menguasai bahasa korea dengan cepat melalui kursusbahasakorea123.com ini.

Lagipula, tidak perlu ketempat kursusnya, cukup dari rumah. tidak memakan banyak biaya untuk transportasi, menghemat waktu, karena cukup dengan laptop, wifi dan secangkir teh langsung bisa belajar bahasa korea di kursusbahasakorea123.com.

Bisa belajar dikampus, dikantor, dan dirumah, dimanapun ada waktu senggang. Sangat-sangat menguntungkan.


Sponsor

0 Response to "Gara-gara Drama Korea "Full House" Jadi Begini Akibatnya..."

Post a Comment