Kursus Bahasa Korea Untuk Ibu Rumah Tangga

Sponsor

Seorang ibu rumah tangga biasanya identik dengan perannya sebagai seorang istri yang bertugas untuk mengurus anak, mengurus suami, dan mengurus rumah. Tentu saja itu adalah tugas yang mulia, walaupun kadang tidak selalu mudah. Ibu menghabiskan seluruh waktunya untuk melakukan hal yang sama setiap harinya. Hal tersebut membuat ibu rumah tangga menjadi rentan terkena stres. Rutinitas rumah tangga yang itu-itu lagi lambat laun akan menimbulkan rasa bosan yang menumpuk dan akan meledak serta membuat emosi ibu rumah tangga menjadi tidak terkendali.

kursus bahasa korea untuk ibu rumah tangga

Saya pernah menjalani kerja kantoran selama 7 tahun. Ketika anak kami berusia 3 tahun, saya putuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Beberapa bulan pertama terasa sangat menyenangkan karena bisa selalu melihat anak kami yang sedang lucu-lucunya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai merasa jenuh. Pada dasarnya saya adalah orang yang ga betah berdiam diri, tetapi juga cepat bosan jika harus mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja. Ada kalanya saya tergoda untuk kembali bekerja di kantor agar bisa bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang, juga karena ingin merasakan kembali serunya saat-saat dikejar deadline kerjaan hehe….

Akhirnya saya berusaha mencari jalan tengahnya, saya putuskan untuk bekerja secara freelance. Saya mulai mencari lowongan pekerjaan yang bisa memungkinkan saya untuk bekerja di rumah dengan segala fasilitas teknologi yang saya miliki, dan karena saya merasa cukup menguasai salah satu bahasa asing, maka saya berniat untuk menjadi seorang penerjemah.

Saya ikut bergabung dengan sebuah group penerjemah di salah satu media sosial. Ada banyak ilmu dan informasi yang saya dapatkan dari group tersebut, termasuk informasi dari agen-agen penerjemah yang sedang mencari tenaga freelance untuk mengerjakan order-order terjemahan yang mereka terima.

Saya mulai mengirimkan CV dan contoh-contoh hasil terjemahan yang saya buat ke beberapa agen penerjemah. Alhamdulillah, akhirnya ada salah satu agen yang kemudian meminta saya untuk menjadi penerjemah tetap mereka. Saya sangat menikmati pekerjaan ini, karena selain dapat merasakan serunya dikejar-kejar deadline, saya juga tetap bisa selalu dekat dan mengurus keluarga .

Oh ya, satu lagi…. berhenti ngantor dan menjadi penerjemah freelance itu menjadi obat ampuh anti galau…. Galau yang sering saya rasakan waktu saya masih sibuk kerja di kantor padahal drama Korea favorit saya yang selalu ditunggu-tunggu sudah tayang di TV hehehe…. Yupz, saya memang penggemar berat drama Korea dari dulu. Sekarang ini, karena anak saya sudah besar dan sekolahnya full day, semakin banyak lah serial drama Korea yang bisa saya tonton di sela-sela pekerjaan saya mengurus rumah dan menjadi penerjemah. Selain nonton serial dramanya, saya juga suka sekali membaca buku-buku komik terjemahan Korea.


Nah, soal komik terjemahan ini…suatu hari pemilik agen penerjemahan tempat saya bekerja pernah menanyakan apakah saya punya teman yang mengerti bahasa Korea dan mau menjadi penerjemah komik? Sejak saat itu, saya jadi berpikir untuk mulai belajar bahasa Korea supaya bisa dapat tambahan job terjemahan ^_^. Ternyata tempat kursus bahasa Korea tidak sebanyak tempat kursus bahasa Inggris dan kalaupun ada tempatnya sangat jauh dari rumah saya, selain itu biaya kursusnya lumayan mahal. Mereka juga pake sistem waiting list, maksudnya kita harus tunggu kelasnya mencapai jumlah kuota peserta tertentu untuk dapat mulai belajar. Jam kursus juga akhirnya disesuaikan dengan mayoritas kesanggupan peserta. Misalnya rata-rata peserta kursus memilih belajar di sore hari, berarti saya yang bisanya ikut kelas pagi (karena sore harus jemput anak sekolah) jadi nggak bisa ikut belajar di kelas tersebut.

Sebetulnya sih bisa belajar private, tapi biayanya pasti lebih mahal dibanding kelas regular. Jadi kursus online seperti KursusBahasaKorea123.com ini adalah solusi yang superrrrrr buat ibu-ibu rumah tangga, karena jam belajarnya bisa sangat fleksibel.

Sponsor

0 Response to "Kursus Bahasa Korea Untuk Ibu Rumah Tangga"

Post a Comment